Showing posts with label ragam. Show all posts
Showing posts with label ragam. Show all posts

Mengais Dollar Dengan Paid Review

Posted by Admin | Wednesday, May 07, 2008 | , , | 0 comments »

Ya…mengais dollar!!! Sepertinya sesuatu yang wah ya!!! Dollar kok kais!! …Ini tidak ada yang tidak mungkin… bagi para blogger untuk mencari penghasilan internet . Untuk itu jika anda blogger yang aktif dan sering posting dib log-blog anda tidak ada salahnya mencoba mencari penghasilan di Paid Review.

Paid review ini menjadikan dollar banyak kalau kita rutin mengikuti dan menerima job dari Advertiser kepada kita. Jadi kita di bayar setelah kita mereview product , layanan atau tentang situs yang nanti di tugaskan oleh advertiser yang kita postingkan diblog kita.
Untuk cara bayarnya merak menggunakan jasa pembayaran lewat PAYPAL. Untuk setiap review kita akan di bayar $6 sampai $10 tergantung dari penawaran advertiser.


Ada beberapa site program paid review yang bias di ikuti yaitu:

1. http://www.blogsvertise.com (rekomendasi)
2. http://www.smorty.com (rekomendasi)
3. http://bloggersreview.com
4. dan masih banyak yang lainnya

Yang jelas sebelum mendaftar pastikan blog yang mau di daftarin terindex di google dan memiliki PR- yang bagus… PR-0 sekalipun bias di approve kalau halamannya terindex di google.

Baca Selengkapnya!!!......

13 LANGKAH MEMACU KREATIVITAS

Posted by Admin | Monday, February 19, 2007 | , | 1 comments »


Kita pasti menginginkan punya otak kreatif dengan segudang ide seperti mereka, bukan? Padahal untuk bisa kreatif seperti itu, bukan sesuatu yang tidak mungkin, lo. Karena kreativitas bukanlah bawaan lahir, jadi sebenarnya bisa kita pelajari. Tips berikut ini bisa membantu Kita agar lebih kreatif
.
1. Ubah Pola Pikir Kita

Jika pola pikir Kita yang sekarang ini tidak menghasilkan banyak ide, jelas kita membutuhkan perubahan pola pikir. Pola pikir kita yang selama ini mungkin memang berhasil untuk menerapkan gagasan, mengerjakan proyek secara logis, atau mengerjakan tugas-tugas rutin, tapi tidak untuk menghasilkan ide atau solusi kreatif.

Hanya saja, pola pikir lama ini biasanya sudah menjadi kebiasaan bagi kita, sehingga sulit untuk mengubahnya, kecuali secara sadar kita menyuruhnya untuk kreatif. Jadi, mulailah kini untuk belajar mengubah pola pikir lama atau mengeksplorasikan pikiran kita untuk berbagai ide dan masalah dari sudut pandang baru. Jangan biarkan pikiran kita terkungkung. Buka jalur baru dari pikiran kita.

Dalam menghadapi suatu situasi, misalnya, latih pikiran kita dengan berbagai variasi taktik. Tantang diri kita sendiri untuk membuat keputusan dalam cara yang berbeda atau variasikan pendekatan yang kita ambil. Mungkin bisa dengan cara memposisikan diri kita dalam “sepatu orang lain” atau dalam posisi lawan kita. Jika kita berada dalam posisi produsen, cobalah berpikir sebagai pihak konsumen sebelum kita menyelesaikan masalah. Dengan cara belajar memecahkan masalah dari sudut berbeda ini, maka kita pun akan memperluas perspektif kita.

2. “Olahragakan” Otak Kita

Bagaimanapun, otak seperti halnya tubuh, butuh dilatih dalam berbagai sisi. Jika kita tetap melakukan hal yang sama maka kita akan menerima sedikit keuntungan. Itulah mengapa orang yang bugar akan mencampur olahraga yang dilakukannya dari berbagai segi, mulai dari berlari, berenang, yoga, maupun angkat beban. Semuanya tak lain agar tubuh menerima hasil yang lebih baik. Lakukan hal yang sama pada pikiran kita. Berlatihlah melakukan rutinitas aktivitas dalam cara yang berbeda, misalnya ambil rute berbeda untuk sampai ke tempat pekerjaan, makan sesuatu yang berbeda dari yang biasa dilakukan setiap harinya, atau ubah gaya rambut dengan gaya yang baru. Semakin banyak hal yang Kita eksplorasi, lebih banyak hal lama yang terlupakan dalam otak Kita, sehingga memudahkan kita untuk berpikir lebih kreatif. Latih cara seperti ini berulang-ulang.

3. Lakukan Sesuatu yang Kita Pikir Berat

Untuk memperkuat kekuatan pikiran kita, kita juga perlu untuk membuat otak sedikit “berkeringat”. Jadi latih otak kita dengan sesuatu yang agak “berat”. Mulailah melakukan kegiatan pengisian teka-teki atau bergabung dalam permainan tebak kata anak kita. Bisa juga dengan mulai memperhatikan dokumen (yang secara normal tidak akan berada dalam ‘radar’ kita), lalu diskusikan buah pikiran kita tentang dokumen itu dengan seseorang. Cara lain, bacalah buku dengan subjek yang tak Kita ketahui tetapi menarik. Pokoknya, semakin jauh kita mengeksplor otak kita, semakin luas pikiran kita.

4. Bermimpilah

Beri juga kesempatan imajinasi kita berkelana. Bila kita terjebak kemacetan di jalan raya misalnya, daripada tidur, lebih baik layangkan mata Kita keluar dan perhatikan orang-orang di sekeliling kita. Mulailah layangkan pikiran kita ke awang-awang dan bermimpi, 5 menit saja. Buat skenario yang tak biasanya yang dapat terjadi pada kita hari itu. Bayangkan bila kita menjadi orang yang kita lihat saat itu. Lalu beri 3 argumen untuk melawan setiap pendapat yang muncul dalam pikiran kita. Latihan demikian akan membuat kita mulai memperhatikan hal-hal baru atau konsep baru.

5. Pasti Ada Jawabannya

Yang tak boleh dilupakan pula, salah satu kunci untuk menemukan jawaban yang kreatif atas sebuah pertanyaan adalah keyakinan dalam diri kita bahwa semua hal pasti ada jawabannya. Bagaimanapun peliknya masalah yang sedang kita hadapi, yakinlah bahwa pasti ada jawabannya. Yakinkan dalam diri bahwa pasti kita bisa mengatasi tantangan itu. Bila kita yakin bahwa selalu ada solusi untuk semua masalah, maka biasanya kita akan menemukan jalannya.

6. Berlatih Membalikkan Masalah (problem reversal)

Jika ada masalah yang sulit untuk dipecahkan, cobalah pikirkan kebalikan dari masalah tersebut, lalu cari jawabannya. Misalnya: “Bila semua orang ingin cuti dalam waktu bersamaan”. Coba balikkan menjadi: “Tak seorang pun ingin cuti”. Bila di kantor kita tak seorang pun ingin cuti, apa yang bakalan terjadi? Lalu pikirkan beberapa solusi untuk masalah tersebut. Dengan cara ini maka kita biasanya akan menemukan saluran berpikir baru dan menemukan gagasan-gagasan kasar yang bisa diterapkan untuk menyelesaikan masalah kita yang sebenarnya.

7. Tetap Tenang
Namun apa pun yang terjadi, cobalah tetap tenang. Semakin kita tenang saat memikirkan suatu masalah, maka semakin bebas alam bawah sadar kita dalam menghasilkan ide kreatif.

8. Tuliskan dalam Kertas

Kita juga bisa menggunakan secarik kertas dalam memunculkan ide-ide kreatif kita. Ambil selembar kertas dan tuliskan permasalah kita dalam bentuk pertanyaan. Lalu kembangkan paling sedikit 20 jawaban yang berbeda atas pertanyaan itu. Lalu pilih salah satu dari jawaban itu dan ambil langkah-langkah riil untuk menindaklanjutinya.

9. Rangsang Otak Kita

Untuk memunculkan banyak ide, maka otak kita juga harus kita “isi”. Bacalah banyak buku, majalah-majalah atau surat kabar yang ada di perusahaan. Kalau perlu, ambil beberapa kursus untuk menambah ilmu. Jangan lupa untuk banyak berinteraksi dan berbicara dengan teman-teman sebidang maupun lain bidang tentang banyak hal. Bisa juga dengan mempelajari beberapa bisnis dan industri lain. Bayangkan apa yang akan terjadi bila metode penjualan, produksi dan distribusi yang mereka lakukan ditransfer pada perusahaan kita. Munculkan beberapa gagasan dalam ide kita dan kembangkan. Jangan remehkan ide yang muncul, sekecil apa pun. Sebab, banyak sekali contoh kreativitas yang bermula dari hal-hal kecil namun akhirnya menjadi besar. Misalnya saja, ide membuat pin untuk membuka kaleng minuman ringan, asalnya ternyata dari cara orang membuka kulit pisang.

10. Lakukan pada Waktu yang Tepat

Ada beberapa orang yang merasa dapat berpikir produktif di pagi hari, beberapa orang lainnya justru di siang hari atau bahkan saat sore hari. Temukan kapan waktu “puncak” kita. Selesaikan masalah-masalah yang memerlukan pemikiran di waktu-waktu tersebut.

11. Beri “Dopping” Bila Diperlukan

Ada beberapa orang yang merasa baru bisa berpikir dan berkonsentrasi dengan baik bila setelah meminum secangkir kopi. Bila memang keadaan Kita demikian, kenapa tidak melakukannya? Namun hati-hati bila Kita rentan atau mudah terkena depresi, sebaiknya jauhkan diri dari sentuhan kopi karena akan berakibat buruk bagi sel-sel otak.

12. Menjaga Kebugaran Badan

Banyak yang percaya bahwa dengan berolah raga, maka kemampuan berpikir juga akan semakin menguat. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kadar oksigen dan nutrisi yang dialirkan ke dalam otak, sehingga merangsang sel-sel otak untuk tumbuh lebih pesat. Meski penelitian belum membuktikan pKitangan ini akurat, rasanya tidak ada salahnya kalau dicoba.

13. Berkonsentrasilah

Bila lingkungan kita sangat berisik dan mengganggu konsentrasi, sementara Kita ingin mendatangkan ide yang bagus, cobalah menjauh lebih dahulu dari lingkungan tersebut. Bisa dengan menyendiri di tempat sepi atau masuk ke ruangan tertutup. Mulailah berkonsentrasi dan mengkreasikan banyak ide.

LATIHAN MEMPERCEPAT KERJA OTAK

1. Untuk Komunikasi yang Lebih Baik

2. Latihlah dengan menulis, sedikitnya 50 kata setiap harinya.
Topiknya bisa apa saja. Yang penting buat karangan. Susunlah kata-kata itu seolah jika kita sedang menata bata di dinding. Setiap bata harus dengan tepat berada pada tempatnya, sehingga pekerjaannya menjadi tepat benar. Demikian juga dengan kata-kata, dengan kita sering berlatih menyusun kata-kata dengan benar, otak Kita jadi terlatih dan komunikasi kita pun biasanya jadi lebih baik.

3. Untuk Konsentrasi yang Lebih Baik

Untuk latihan agar bisa berkonsentrasi dengan labih baik, cobalah nyalakan lilin dan tempatkan pada meja kosong di depan kita. Pandang lilin itu selama 5 detik, kemudian tutup mata dan visualisasi setiap detail dari lilin tersebut. Bagaimana warna dan bentuknya, nyalanya, pancarannya, panasnya, serta tetesan lilinnya. Lihatlah berapa lama kita mampu memegang gambaran detail tadi dalam pikiran kita sebelum akhirnya hilang tak berbekas. Buka mata kita, dan cobalah ulangi kembali, sehingga kita pun akan lebih mahir dalam berkonsentrasi.

4 . Untuk Memori yang Lebih Baik

5. Katakanlah kita perlu mengingat daftar sesuatu yang harus dilakukan. Pertama kita harus membagi “daftar” tersebut dalam beberapa bagian, misalnya hal-hal yang di kerjakan di rumah, di kantor, di yayasan sosial yang kita ikuti dan lain-lain. Lalu visualkan tempat yang familiar dalam alam pikiran kita. Dalam alam pikiran, kita tinggalkan sebuah catatan tentang setiap tugas di tempat yang berbeda yang familiar untuk tempat tugas tersebut. Contohnya, jika kita hendak membelikan suami hadiah ulang tahun, maka kita akan tinggalkan catatan di meja rias, atau jika kita berniat membeli sesuatu untuk teman kantor, maka catatan akan ditempelkan di komputer. Dalam alam pikiran kita, kita meletakkan semua catatan itu pada tempatnya. Jadi, jika kita perlukan, kita tinggal “mengunjungi” catatan itu pada tempatnya.

Baca Selengkapnya!!!......

The Valentine's Day

Posted by Admin | Wednesday, February 14, 2007 | | 0 comments »

Hari ini 14 Februari 2006 di seluruh penjuru dunia merayakan yang namanya Hari Valentine, dimana di hari ini bias dikatakan hari kasih saying sedunia.
Peringatan tersebut memang datang dari Barat. Ini dirayakan sebagai suatu perwujudan cinta kasih seseorang. Perwujudan yang bukan hanya untuk sepasang muda-mudi yang sedang jatuh cinta. Namun, ini memiliki makna yang lebih luas lagi. Di antaranya kasih antara sesama, pasangan suami-istri, orang tua-anak, kakak-adik dan lainnya.

Valentine’s Day ini identik pula dengan tukar-menukar kado. Bisa berupa cokelat, bunga, perhiasan, kaset/CD dan hadiah spesial lainnya. Disadari atau tidak, perayaan dari budaya Barat ini pun telah diserap oleh orang-orang Indonesia. Sudah banyak orang Indonesia yang merayakannya dengan kebiasaan masing-masing.

Dari mana cerita Valentine berasal?
Dari namanya saja, perayaan Hari Kasih Sayang ini serasa memiliki perpaduan sebuah tradisi yang bernuansa Kristiani dan Roma kuno. Ada beberapa versi mengenai legenda dari sosok Valentine ini.

Dahulu, seorang pemimpin agama Katolik bernama Valentine bersama rekannya Santo Marius secara diam-diam menentang pemerintahan Kaisar Claudius II kala itu. Pasalnya, kaisar tersebut menganggap bahwa seorang pemuda yang belum berkeluarga akan lebih baik performanya ketika berperang. Ia melarang para pemuda untuk menikah demi menciptakan prajurit perang yang potensial.

Nah, Valentine tidak setuju dengan peraturan tersebut. Ia secara diam-diam tetap menikahkan setiap pasangan muda yang berniat untuk mengikat janji dalam sebuah perkawinan. Hal ini dilakukannya secara rahasia.
Lambat laun, aksi yang dilakukan oleh Valentine pun tercium oleh Claudius II. Valentine harus menanggung perbuatannya. Ia dijatuhi hukuman mati. Ada sebuah sumber yang menceritakan bahwa ia mati karena menolong orang-orang Kristen melarikan diri dari penjara akibat penganiayaan.

Dalam legenda ini, Valentine didapati jatuh hati kepada anak gadis seorang sipir, penjaga penjara. Gadis yang dikasihinya senantiasa setia untuk menjenguk Valentine di penjara kala itu. Tragisnya, sebelum ajal tiba bagi Valentine, ia meninggalkan pesan dalam sebuah surat untuknya.

Ada tiga buah kata yang tertulis sebagai tanda tangannya di akhir surat dan menjadi populer hingga saat ini—-‘From Your Valentine.’ Ekspresi dari perwujudan cinta Valentine terhadap gadis yag dicintainya itu masih terus digunakan oleh orang-orang masa kini. Akhirnya, sekitar 200 tahun sesudah itu, Paus Gelasius meresmikan tanggal 14 Febuari tahun 496 sesudah Masehi sebagai hari untuk memperingati Santo Valentine.

Versi lain tentang Valentine dimulai pada zaman Roma kuno tanggal 14 Febuari. Ini merupakan hari raya untuk memperingati Dewi Juno. Ia merupakan ratu dari segala dewa dan dewi kepercayaan bangsa Roma. Orang Romawi pun mengakui kalau dewi ini merupakan dewi bagi kaum perempuan dan perkawinan. Dan sehari setelahnya yaitu tanggal 15 Februari merupakan perayaan Lupercalia.

Kala itu, anak-anak lelaki dan perempuan harus dipisahkan satu sama lain. Namun, pada malam sebelum Lupercalia, nama-nama anak perempuan Romawi yang sudah ditulis di atas kertas dimasukkan ke dalam botol. Nah, setiap anak lelaki akan menarik sebuah kertas. Dan anak perempuan yang namanya tertulis di atas kertas itulah yang akan menjadi pasangannya selama festival Lupercalia berlangsung keesokan harinya. Kadang-kadang, kebersamaan tersebut bertahan hingga lama. Akhirnya, pasagan tersebut saling jatuh cinta dan menikah di kemudian hari.

Dan hari ini pula kuucapkan “Happy Valentine’s Day” for you all.

Baca Selengkapnya!!!......

Hidup Yang Sekali Lagi...........

Posted by Admin | Saturday, January 27, 2007 | | 0 comments »

“Wah, halangan kok ya ada saja,” keluhnya dalam hati. Ia menyesal karena hari ini, apa boleh buat, bakal berlalu tanpa bisa membaca doa.

Tetapi, sudahlah. Ia tak kehilangan akal. Seadanya, sebisanya ia berdoa. “Tuhan,” katanya, “Alangkah bodohnya perbuatanku, aku pergi meninggalkan rumah tadi pagi tanpa membawa buku doa. Padahal, ya Tuhanku, Engkau Maha Tahu ingatanku begitu terbatas, begitu sederhana hingga tak secuil pun doa bisa kuucapkan tanpa buku. ”

Tapi Engkau, wahai Yang Maha Murah, Maha Asih, tentu tak akan marah bila aku cuma bisa mengucapkan potongan-potongan huruf a-b-c, lima kali. Aku tahu, huruf-huruf itu belum punya makna sebagai do’a. Meskipun begitu aku hendak mengucapkannya pelan-pelan, dengan rasa khusu’. Dan Engkau, Yang Maha Mengetahui segalanya, termasuk doa-doa, tentu bisa mengatur sendiri huruf-huruf itu agar membentuk makna, menjadi doa yang patut bagi-Mu. Ampunilah hamba-Mu ya Tuhan. Cuma inilah yang bisa kulakukan.”

Setelah itu sang petani merasa lega. Ia merasa telah berdoa. Dan, bagaimanakah jawab Tuhan?

“Dari segenap doa yang aku dengar hari ini,” sabda Tuhan kepada para malaikat, “Doa petani miskin inilah yang terbaik, sebab ia datang dari kesederhanaan jiwa yang sungguh tunduk dan tulus.”

Tuhan tak hendak mempersulit kita. Ia ingin segalanya mudah dan enak, agar kita bahagia. Tuhan Maha Tahu, di bumi ini orang yang tahu doa dengan baik, dengan ukuran baku orang sekolahan cuma sedikit. Padahal, yang tak tahu doa itu umat-Nya juga. Yang terpenting bahwa doa, betapa pun sederhana dan tak mengikuti aturan standar, asal diucapkan dengan hati tulus, ia sampai. Itu saja.

Ilustrasi di atas melukiskan bahwa manusia sekalipun -dengan kebodohan dan kesederhanaan yang dimiliki- meminta sesuatu kepada Tuhannya dengan ikhlas dan tulus, niscaya akan dikabulkan oleh ke-Mahakuasaan dan ke-Mahalembutan Tuhan. Namun, doa yang kita panjatkan seyogyanya tidak hanya semata untuk kebahagiaan di dunia saja. Karena, setelah kehidupan dunia, masih ada satu kehidupan lagi. Kehidupan yang kekal dan abadi, yakni alam akherat.

Dalam kalangan manusia purbakala dan manusia modern, sebelum dan sesudah sejarah, di dusun sepi dan di kota ramai, bahkan di lereng gunung yang kurang perhubungan keluar, di rimba belantara raya sehingga tidak ada pertukaran pikiran dan perasaan dengan manusia di tempat lain, dalam kalangan insan yang masih sederhana sampai kepada kalangan manusia sarjana yang penuh ragu, bahkan di mana saja dan bila saja, terdapatlah satu perasaan yang sangat halus. Menyelinap dalam sanubari manusia itu, bahwasanya sesudah hidup di dunia yang sekarang ini, akan ada lagi suatu hidup lain yang lebih kekal. Di sanalah akan terdapat “keadilan sejati”, sebab di sini tidak ada “keadilan”.

Memang, di tiap zaman banyak juga orang yang menolak kepercayaan akan hidup lagi sesudah hidup yang sekarang ini. Diingkarinya dengan lidah dan logikanya, hidup ini hanya hingga inilah. Lahir ke dunia, hidup sebentar, lalu mati, habis perkara! Namun perasaan halusnya di lubuk menggores, mengingkari pula akan ingkarnya. Dia bersorak di muka orang ramai, atau menulis di satu buku tebal, tetapi kelak apabila dia telah duduk seorang diri, sanubari tadi bertanya lagi, “Apa betul tidak ada lagi hidup sesudah hidup ini”?

Transformasi Esensial

Mereka, ahli ilmu jiwa, menyatakan buah penyelidikan mereka, bahwasanya apa yang dinamai ‘ilham’ tentang hidup kekal sesudah ini, tidak lain daripada tindihan rasa rendah diri, inferiority complex manusia belaka. Setelah mereka merasa lemah dari berhadapan dengan kekuatan alam yang ada di sekelilingnya, dicari-carinya ilham untuk menambah kekurangannya. Lalu diputuskan olehnya bahwa Dia yang kekal dan alam ini yang fana. Dialah yang terus hidup dan alam ini yang mati. “laksana burung,” kata mereka, “terbang jauh-jauh ke langit, akhirnya ke tanah jua. Maka burung terbang itulah yang memberikan “ilham” kepada manusia bahwa mereka akan kekal”.

“Alam ini,” kata mereka, “penuh dengan suka duka, lancar tertumbuk, lalim dan adil. Alam penuh dengan serba kekurangan. Sedang insan mempunyai tabiat hendak menguasai sesuatu. Insan penuh angan-angan hendak memperbaiki yang rusak, hendak mencapai yang lebih sempurna. Maka, oleh karena dirinya yang kecil dan tak berkuasa serta memiliki kekuatan terbatas dan umurnya pendek, yang dapat dicapainya hanya sedikit.” Kalau kita berbuat, janganlah semata mengharapkan ganjaran di sini. Terlontar ganjaran dan energi yang lebih sejati dan hakiki kelak. Seakan berinvestasi di alam maya.

Kini, babak baru segera dimulai. Sejarah seakan melapangkan dada membuka kesempatan bagi setiap jiwa untuk bertransformasi. Cahaya baru mulai memancar dari ufuk timur dan mulai merangkak ke kota dan desa. Mulut mulai menyungging senyum menyapa sejarah dan babak baru. Mercusuar pengharapan pun mulai tegak berdiri menantang setiap jiwa yang haus akan perubahan. Perubahan yang sejatinya mampu menghantarkan kita pada keberadaan yang lebih esensial.

Ya, tahun baru mulai merangsang bahkan mengajak kita untuk duduk berdampingan memetik asa. Asa yang sebelumnya tersirat di lembaran lama untuk kembali ditulis lebih indah dari sebelumnya. Tak beda sebuah kanvas, setiap pelukis diberikan keleluasaan melukiskan karyanya. Persoalannya, goresan tinta seperti apa yang hendak kita torehkan ? Bagaimanapun, setiap pelukis tentu mengharap setiap karyanya menjadi masterpiece dari yang lain dan sebelumnya. Semangat perubahan itu jua yang mampu menghantarkan pelukis menggores Mahakarya-nya.

Tak cukup sampai di situ. Pelukis maupun seniman tentu mengharap karya seninya tidak semata dapat dinikmati sendiri. Menjadi sebuah kepuasan tak terhingga manakala karya kita dapat juga dinikmati bahkan menjadi inspirator bagi orang lain. Karena bagaimanapun, seorang manusia juga merupakan senyawa bagi manusia lainnya yang selalu menghadirkan perimbangan dan penilaian.

dari berbagai sumber

Baca Selengkapnya!!!......